Selasa, 27 Oktober 2009

Transistor Terkecil di Dunia, Sekecil Molekul

Untuk menciptakan sebuah transistor terkecil di dunia maka para peneliti menggunakan materi paling tipis dan berukuran paling kecil. Hasilnya, transistor dengan lebar 10 atom dan ketipisan satu atom saja.

Dilansir melalui Journal Science, Jumat (18/4/2008), Dr Kostya Novoselov dan Profesor Andre Geim dari Universitas Manchester jurusan Fisika dan Astronomi berhasil mengukir grafin (bagian terkecil dari grafit) sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah sirkuit elektronik mini yang dibentuk dari transistor-transistor single berukuran sekecil molekul.

"Makin kecil ukuran transistor tersebut maka semakin canggih performa yang dihasilkan," ujar mereka.

Temuan ini merupakan dasar yang paling fundamental untuk menghadapi tantangan industri semikonduktor. Para pemain di industri semikonduktor tersebut memprediksi bahwa pada 10 hingga 20 tahun ke depan miniaturiasasi perangkat elektronik akan menjadi tren. Dan industri tersebut memang sedang mengarah ke tren tersebut.

Namun para peneliti itu masih belum bisa berjanji jika materi grafin mampu memberikan performa super pada sebuah perangkat komputer. Walaupun begitu grafin memiliki kemampuan yang berbeda dengan materi lain. Grafin dianggap lebih stabil dan konduktif meskipun telah terpotong-potong hingga berukuran satu nanometer.

Tilera Tantang Chip X86 dengan Prosesor 100 core

CALIFORNIA - Perusahaan pengembang chip Tilera meluncurkan prosesor seri TILE-Gx yang diklaim 10 kali lebih baik untuk efisiensi komputasi dari chip generasi selanjutnya dari Intel, Westmare.

Prosesor buatan Tilera ini diproses dengan TSMC 40 nanometer yang mampu beroperasi hingga 1.50 Ghz dengan tingkat konsumsi listrik antara 10 sampai dengan 55 watt saja, termasuk rendah untuk chip sekelasnya.

"Prosesor GX TILE-line buatan Tilera tersedia dengan core 16, 36, 64 dan 100. Produk ini menggunakan arsitektur skala jauh yang unik, dengan kemampuan melampaui inti mikroprosesor tradisional," jelas juru bicara Tilera Bob Doud kepada TG Daily, yang okezone kutip Senin (26/10/2009).

"Chip Tilera menggunakan dua-dimensi iMesh yang ter-interkoneksi untuk menghilangkan kebutuhan on-chip dan sistem Distributor Dynamic Cache (DDC) yang memungkinkan setiap core cache lokal untuk dibagikan secara koheren di seluruh chip," tambahnya.

Ditambahkan Doud, teknologi Tilera empat tahun lebih cepat dari semua chip yang ada di dunia ini. Bahkan dia membandingkan dengan Intel yang terkesan masih tradisional.

"Kami bisa mulai desain chip dengan 'bersih'. Intel terbebani oleh sejumlah 'aksesoris', sebuah investasi besar di arsitektur X86 . Mereka harus memastikan kompatibilitas untuk sejumlah server dan produk-produk konsumen," kata Doud.

"Tetapi pandangan kita adalah bahwa peningkatan kinerja tidak hanya menaikkan frekuensi clock. Meskipun frekuensi clock yang lebih tinggi tidak mengakibatkan kecepatan yang lebih tinggi, dan sebagai akibatnya daya menjadi naik secara eksponensial. Keyakinan kami adalah bahwa kinerja harus ditingkatkan melalui paralelisme - atau banyak core berjalan pada kecepatan clock yang sederhana," tambahnya.

Doud menekankan bahwa jajaran prosesor GX TILE ideal untuk berbagai aplikasi, termasuk jaringan perusahaan, komputasi awan (cloud computing), multimedia dan infrastruktur nirkabel.

"Cloud computing adalah istilah yang sangat luas dan jelas pasar yang sangat besar. Ini menjadi pijakan kita dalam memperluas pangsa pasar dari waktu ke waktu. Kami menawarkan dan menghitung efisiensi luar biasa, sekitar 10x lebih dari prosesor Intel Nehalem. Tilera juga memberikan performa yang lebih baik secara signifikan per Sun watt dari arsitektur SPARC," sambun Doud.

Doud mencatat bahwa "fundamental OS" untuk TILE-GX adalah distribusi Linux yang dikenal sebagai Zol Linux, atau nol overhead Linux.

"Prosesor kami sangat standar dalam hal Linux, yang telah berhasil porting lusinan platform. Dan setelah Anda menjalankan Linux, ada sejumlah alat-alat yang menawarkan dukungan untuk C ++ dan Java," tandasnya.

Woyla, Terorisme Pertama di Indonesia

Peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla jurusan Palembang-Medan pada tanggal 28 Maret 1981, menjadi "jihad" pertama bagi para pelaku terorisme di Indonesia.

Para pelaku teror adalah kelompok Komando Jihad yang menuntut agar para rekannya yang ditahan pascaperistiwa Cicendo di Bandung, Jawa Barat, dibebaskan. Dalam peristiwa Cicendo, 14 anggota Komando Jihad membantai empat polisi di Kosekta 65 pada 11 Maret 1981 dini hari. Usai peristiwa itu, sejumlah anggota Komando Jihad ditahan dan terancam hukuman mati.

Selain meminta para rekannya dibebaskan, para pembajak yang terdiri atas lima orang, juga menuntut uang tebusan USD1,5 juta serta fasilitas pesawat untuk melarikan diri ke Timur Tengah. Mereka mengancam akan meledakkan pesawat apabila tuntutannya tak dipenuhi.

Pembajakan bermula saat pesawat yang dikemudikan Captain Herman Rante baru saja terbang dari bandara Talangbetutu, Palembang. Tiba-tiba para pembajak berdiri di antara para penumpang dan menodongkan senjata. Pilot pun dipaksa mengalihkan arah pesawat menuju Colombo, Sri Langka.

Namun karena bahan bakar tak cukup, akhirnya para teroris mempersilakan pilot untuk membawa pesawat transit di Penang, Malaysia. Setelah mengisi bahan bakar, pesawat lantas terbang lagi menuju Bandara Don Muang, Bangkok.

Aksi para teroris berhasil digagalkan oleh para prajurit Korp Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) yang kini bernama Kopassus di bawah pimpinan Komandan Letnan Kolonel Infanteri Sintong Panjaitan pada 31 Maret 1981 dini hari.

Setelah berhasil mendapatkan izin dari Pemerintah Tahailand untuk melakukan operasi militer, pada Selasa dini hari pukul 02.45 WIB seluruh pintu pesawat Woyla didobrak para prajurit Kopassandha.

Tiga teroris berhasil ditembak mati dan dua luka parah. Sementara 48 penumpang semuanya berhasil diselamatkan tanpa ada satupun yang terluka. Namun, salah seorang personel Kopassandha Letnan Ahmad Kirang dan pilot Herman Rante menderita luka tembak.

Imran bin Muhammad Zein selaku otak pembajakan pesawat kemudian dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tahun 1981. Imran sendiri merupakan salah seorang yang terlibat dalam peristiwa Cicendo bersama Maman Kusmayadi, Salman Hafidz, serta 11 orang lain. Maman dan Salman bernasib sama dengan Imran. Kisah ketiganya berakhir di tiang eksekusi.

Sebelum aksi pembajakan ini terdapat juga sejumlah aksi pengeboman di Indonesia. Namun motifnya lebih ke bersifat politis. Seperti percobaan pembunuhan Presiden Soekarno di Perguruan Cikini pada tahun 1962.

Pengamat terorisme Al Chaidar menjelaskan momentum awal munculnya terorisme di Indonesia bermula dari didirikannya organisasi Komando Jihad. Yaitu di wilayah Jawa Timur dan di Medan pada tahun 1976.

"Pimpinan Komando Jihad Jawa Timur Ismail Pranoto lantas merekrut Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba?asyir," jelas Al Chaidar.

Kedua tokoh di atas kemudian mengembangkan ajaran jihad ke wilayah yang lebih luas, termasuk ke Malaysia. Salah satunya karena sikap rezim Orde Baru yang represif terhadap kelompok-kelompok ini.

Hingga kini, menurut Al Chaidar, sel-sel organisasi teroris sudah establish di hampir seluruh wilayah Indonesia. "Jadi bahaya laten terorisme masih tetap ada," ungkapnya.

Hujan Meteor 2009 Diprediksi Lebih Indah

Pada tahun 1999 dan 2001, hujan meteor yang terjadi di langit terlihat cukup dramatis. Namun beberapa tahun belakangan, kondisinya semakin terlihat biasa saja.

Namun tidak demikian yang akan terjadi pada tahun 2009. Para astronomer memprediksi bahwa meteor Leonid mampu menghasilkan sekira 500 bintang per jam dengan kualitas pandangan yang cukup jelas di beberapa wilayah tertentu. Warga Asia diprediksi akan mendapatkan posisi pandang yang baik. Sedangkan Amerika Utara tidak akan mendapatkan posisi penglihatan sebaik Asia.

"Hujan meteor 2009 akan terjadi pada tanggal 17 November. Kali ini diperkirakan meteor yang jatuh akan terlihat lebih jelas, bahkan mampu menghasilkan 500 meteor per jam," ujar staf NASA Bill Cooke, seperti dikutip melalui Space.com, Jumat (5/12/2008).

Leonid merupakan bongkahan terkecil dari puing-puing asteroid yang melintas di dalam tata surya dari komet 55P/ Tempel-Tuttle. Banyak astronom yang menyatakan bahwa bongkahan kali ini akan dihasilkan lebih banyak, sama seperti hujan meteor yang terjadi pada tahun 1466. Namun pada observer Asia dan Eropa meragukan hal tersebut. Bahkan mereka memprediksi bahwa meteor yang menuju bumi hanya 100 meteor per jam.

Meteor-meteor Leonid biasanya hanya berukuran sebesar biji pasir yang kemudian menguap di atmosfir. Namun untuk ukuran meteor yang lebih besar, biasanya akan berbentuk layaknya sebuah bola api yang dapat menghujam langsung ke bumi. Namun ketika meteor-meteor ini mencapai 1000 unit per jam maka dapat disebut sebagai badai. Meteor level inilah yang tidak diharapkan meluncur ke bumi.

3 Hari ke Depan Jakarta Berpotensi Hujan Lebat

- Jakarta dikabarkan akan diguyur hujan lebat selama tiga hari berturut-turut pada tiga hari ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tidak menampik adanya peluang hujan lebat ini.

Namun Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi dan Publik BMKG, Kukuh Ribudiyanto menyebutkan perkiraan hujan lebat selama tiga hari berturut-turut ini, bukan berarti hujan tersebut datang selama tiga hari penuh. Melainkan hujan tersebut terjadi dalam durasi pendek sekira satu hingga dua jam.

"Setiap hari ada saja peluang hujan. Itu sebabnya, BMKG memberikan perkiraan peluang terjadi hujan dalam tiga hari ke depan. Tak hanya di Jakarta saja, daerah lain di Indonesia pun memiliki peluang," kata Kukuh saat dihubungi Okezone, Selasa (27/10/2009).

Daerah-daerah yang diprediksi akan mengalami hujan lebat dalam tiga hari ke depan itu di antaranya Aceh, Sumatera bagian utara, tengah dan selatan, Jawa bagian barat, tengah dan timur, Kalimantan bagian utara, barat, tengah dan timur, Sulawesi bagian utara, tengah dan barat, Maluku bagian utara dan tengah, serta Papua bagian utara, barat, tengah dan timur.

Kukuh menjelaskan, hujan dengan intensitas cukup lebat ini disebabkan oleh datangnya masa peralihan menuju musim penghujan.

"Dalam masa transisi ini, terjadi pertumbuhan awan Culumusnimbus (CB) atau awan lokal lebih banyak. Hal ini menyebabkan hujan-hujan lokal sangat dominan. Awan inilah yang berpotensi menimbulkan hujan lebat," kata Kukuh.

Menurut Kukuh, untuk di wilayah Jakarta, masa transisi ini akan berlangsung hingga tiba waktunya musim penghujan pada November mendatang.

Kukuh juga menyebutkan, perubahan cuaca ekstrim yang sering terjadi akhir-akhir ini lebih karena disebabkan perubahan lingkungan. Dia memberikan contoh, semakin berkurangnya jumlah pepohonan yang tergantikan oleh keberadaan gedung-gedung pencakar langit menyebabkan radiasi matahari lebih cepat dipantulkan ke atmosfer.

"Kondisi seperti ini memicu tingkat kelembaban semakin tinggi dan memancing lebih banyak kemunculan awan CB yang menyebabkan sering terjadi hujan lokal," tandasnya.

Menkominfo Ucapkan Selamat Hari Blogger via Twitter

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mungkin menjadi orang pertama yang mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional. Ucapan ini ia layangkan melalui Twitter.

Ditelusuri okezone, Selasa (27/10/2009), tweet tersebut telah bertengger di Twitter pribadi milik Tifatul sejak 9 jam yang lalu, atau sekira pukul 01.00 dini hari.

"Tepat tanggal 27/10. Ingin jadi yang pertama mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional! Pergi ke Palu membawa koper, jayalah selalu hai para blogger," tulis Tifatul.

Hari ini memang bertepatan dengan hari blogger nasional yang baru berusia 3 tahun. Akhir pekan kemarin bahkan Menkominfo menyempatkan diri untuk menghadiri Pekan Blogger Nasional yang dipadati oleh hampir 1.500 orang. Jumlah blogger sendiri saat ini telah mencapai 1 juta orang.

Twitter pribadi dengan akun tifsembiring ini ternyata baru berumur lebih dari seminggu. Akun ini dibuat Tifatul sejak tanggal 20 Oktober, sebelum dirinya resmi dilantik sebagai Menkominfo. Hingga saat ini, Tifatul baru berhasil menarik sekira 14.188 follower.

Rupanya akun twitter ini dibuatnya untuk menampung aspirasi para netter yang peduli dengan teknologi, yang notabene industri di bawah naungan Depkominfo, baik itu internet, jaringan telekomunikasi, penyiaran, maupun open source.

Senin, 26 Oktober 2009

Siapa Mau, Sirion Limited Edition

Perodua Myvi atau yang di Indonesia diberi nama Daihatsu Sirion, kini hadir dengan seri edisi terbatas. Dengan sejumlah perubahan, mobil ini diproduksi 5.000 unit saja.

Sirion Limited Edition (SE) ini menggunakan mesin 1.3 Liter DVVT K3-VE 4 silinder segaris DOHC. Dengan ramuan teknologi tersebut, dapur pacu mobil kompak ini akan menghasilkan tenaga sebesar 86 hp pada 6.000 rpm dengan torsi sebesar 116 Nm di 3.200 rpm.

Seperti dikutip dari situs resmi Paultan, beberapa perubahan baru terlihat pada Sirion ini. Diantaranya desain pelek 14 inci, penggunaan sideskirt, handle pintu yang dilebur krom serta doortrim dan setir yang dibalut kulit.

Di sektor audio, Sirion dibekali head unit 2-DIN yang mampu memutar CD, MP3 dan WMA serta sanggup mendukung konektifitas USB dan Bluetooth.

Agar lebih berkesan ekslusif, hanya ada tiga pilihan warna yang ditawarkan untuk mobil yang cuma ditawarkan 5.000 unit di Malaysia ini. Yaitu Ebony Black, Ivory White, dan Medallion Grey.

Sementara untuk harga, dibanderol Rp143 juta untuk yang berwarna solid, dan Rp144 juta untuk yang berwarna metalik.